Sunday, November 8, 2009

sihirHUJAN [november]

Sihir Hujan November


Seakan hujan terus menyihirku dengan kata-katamu. Kuterjemahkannya menjadi
muhasabah sekeping hati, tatkala disirami embun mestikamu.

Bilangmu dalam sedu keinsafan:
”Hari ini dan seterusnya, Tuhan pasti memberimu cinta.
Kerana itu akan kuingkari hela nafasku bersamamu
setelah kutahu warna langit akan memudar kelabu.
pulanglah kepada jalur-jalur fitrahmu
cukup sudah teronar garisah manusiawi kita”

Seiring, bisik hujan November terus menyihirku dengan kalimahmu.

“Beberapa kali
berdiri di dalam lopak air hujan
kaki kita merah berdarah
memang hairan bukan?
barangkali, semalam
ada sela penuh kebiadaban
terisi, setelah kita berpaling
dari sisi kehambaan

Ayuh, cuba kaurenung masa lalu
saat mata kita bercahaya
mentafsir wajah, tiada sempurna
nihil makna, namun kita tatap jua - buta
akan erti sebenar penciptaan
alangkah rendahnya kita di sisi-Nya
lantaran mudanya usia dicengkam kehinaan

Setelah lalu
bibir kita berdarah jua
apabila mengalir titis hujan yang berduka
saat kita cuba menjernihkan keperihan dosa
dengannya - (ya, alam seakan mengerti)
mungkin kelmarin
ada sisa nista ditinggalkan lisan
dihakimi dusta yang menjadi pegangan

Semakin esok
semakin aku menjadi takut
kalau kita masih di sisi takbur
menyisihkan Tuhan dari hati
kalau kita masih terbungkam kufur di dunia
bukan dalam pengertian yang hakiki
akan pastinya terlebur
kita - ruhi dan jasadi
setelah jauh kita kesasar landasan, kau pun tahu
dunia adalah penjara
dan pedang waktu jua seakan menanti di leher kita

Moga kau terus bertahan, kasih
agar bisa dipeluk cinta Tuhan
ya, dengan jaminan ini
kita bukan lagi pungguk merindukan bulan”


Dan aku bingkas bangkit, dari sihir hujan itu
ada biasan pelangi di akhir titisannya

-raehan intisor 081109-

[Doakan saya kuat tantangi kelemahan. Rabbuna yuqawwiy]",
SPM 2009 bermula Rabu, 18 Nov 2009.

[aslimTASLAM]

No comments:

Post a Comment